Postingan

Jangan Pernah Kalah

Gambar
"Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kekuasaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan kelemahanmu,  niscaya Ia menolongmu dengan kekuatann-Nya," (Ibnu 'Athaillah) Saudaraku, Suatu ketika, mungkin kita pernah berpikir betapa berat dan kerasnya perjalanan hidup ini. Saat hati kita seolah tak mampu lagi menahan beban masalah. Saat kita merasa lunglai, lemah, dan berat melangkahkan kaki, merasa tak kuat dan bingung menghadapi berbagai suasana hidup yang sulit dan berat. Ketika kita tak lagi merasa mampu berdiri menopang berat beban yang harus dipikul. Tidak. Itu bukan tanda-tanda kelemahan yang patut disesali. Sebab manusia memang diciptakan dalam keadaan serba lemah. Tapi Allah berjanji tidak akan menimpakan beban masalah kepada seseorang, di atas batas kemampuannya. Buya Hamka pernah mengatakan bahwa tingkat cobaan iman itu tak ubahnya

Pesona Alam Papandayan

Gambar
(Sabtu/Minggu, 29/30 Desember 2012)   Di sudut kamar, tas keril ukuran 40 liter duduk sangat manis. Didalamnya sudah masuk beberapa perlengkapan pendakian. Buku harian coklat lusuh yang isi kertasnya sudah mau habis juga telah masuk ke dalam tas. Insya Allah akhir tahun mau naik gunung. Ha, Naik gunung (lagi)? Iyap, maklum sedang punya hobi baru berpetualang dan mulai menikmatinya.  Pendakian kali ini saya akan berangkat ke salah satu gunung  yang ada di Kabupaten Garut. Garut merupakan tempat kelahiran tetapi seumur-umur belum pernah mendaki di kampung sendiri. Memang sebagian besar wilayah kabupaten ini adalah pegunungan, kecuali di sebagian pantai selatan berupa dataran rendah yang sempit. Ada 3 gunung yang katanya menjadi primadona yaitu Gunung Papandayan (2665 mdpl), Gunung Guntur (2249 mdpl), dan Gunung Cikuray (2821 mdpl). Gunung Papandayan akan menjadi gunung perdana yang saya daki di wilayah Garut. Nah sekedar perkenalan rumah saya persis berada di kaki Gunung Cikuray,

My Adventure (2): Masih di langit yang sama, langit 27 Oktober 2012

Gambar
Birunya langit saat itu tak terlihat, hanya berselimutkan kabut-kabut. Trek gunung putri semakin ke atas semakin kelihatan taringya. Entah berapa puluh derajat tingkat kemiringannya, berpegang pada akar yang kuat, berpijak pada bebatuan, melewati pepohonan yang melintang di tengah (ciaaattt....loncaaaaattt,) dan oww!!! Bahu sudah terasa perih. Di tengah perjalanan, tiba-tiba mata ini terasa berat “mengantuk”. Papa om bilang, itu pertanda batre tubuh sudah lowbet. Tidak lama kemudian, tanpa berpikir panjang karena di dera lelah yang cukup menguras energi, saya dan Ita mengambil posisi. zzz ZZZ zzz  Beralas daun-daun kering, punggung yang menyender di akar. Saya dan Ita tertidur kurang lebih 15 menit dengan wajah tertutupi slayer cokelat. Sepertinya Icha dan Papa Om juga sempat tertidur. Nyenyaknya tidur saat itu plus bermimpi. (Nada Horor) sempat bertemu dengan orang-orang yang telah lama tiada dalam kehidupan saya. Sempat bertegur sapa dan saling tersenyum. Hamdalillah.. “

ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN

Gambar
ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN Karya : Remy Soetansyah (1 Mei 2012) Hari ini ku mati, Perlahan.... Tubuhku di tutup tanah. Perlahan.... Semua pergi meninggalkanku.... Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka, Aku sendirian, Di tempat gelap yang tak pernah terbayang, Sendiri, Menunggu pertanyaan malaikat.... Belahan hati, Belahan jiwa pun pergi. Apalagi sekedar kawan dekat atau orang lain. Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.... Sanak Keluarga menangis, Sangat sedih,  Aku pun demikian, Tak kalah sedih.... Tetapi aku tetap sendiri, Di sini, menunggu perhitungan. Menyesal sudah tak mungkin. Tobat tak lagi dianggap, Dan maaf pun tak bakal didengar, Aku benar-benar harus sendiri.... Ya Allah.... Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan, Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu, Untuk aku perbaiki diriku, Aku ingin memohon ma'af pada mereka... Yang selama ini telah merasakan dzalimku, Yang selama ini sengsara karena aku,

My Adventure (1): Tentang Alam dan Diri Kita yang Sebenarnya

Gambar
Jum’at, 26 Oktober 2012 Pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB kami (kamilerz) bergegas untuk menunaikan shalat i’ed di sekitar pelataran parkir GWW (Gedung Graha Widia Wisuda). Idul Adha tahun ini, entah Idul Adha yang keberapa khusunya bagi kami yang sudah semester lanjut, mungkin kalau dihitung sudah yang kelima kalinya. Semester 9 masih setia menemani dan mengantar ke moment ini lagi. Selepas shalat, kembali kepada rutinitas masing-masing. Suasana di sekitar kostan cukup sepi dan sunyi. Bagi mahasiswi rantauan, pulang ke daerah untuk merayakan Idul Adha dengan keluarga memang bukan pilihan utama. Cukup menahan rindu dengan bertelpon saja. Ada yang tiduran di kamar, belajar buat UTS, persiapan untuk ujian sidang, dan saya sendiri malah asyik packing perlengkapan naik gunung ke cariel merah. Tas ini milik sahabat alam saya, Icha. Ukuran tasnya lumayan ramping. Icha sendiri nanti pakai tas cariel yang ukurannya bisa dibilang dewa, 60 Liter. Kadang kagum melihatnya, cariel